Home DaerahLangkat LPM USU Gagas Santri Produksi Jilbab dan Masker

LPM USU Gagas Santri Produksi Jilbab dan Masker

by Redaksi

HARIAN MEDAN (STABAT) Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di di Pesantren Ulumul Qur’an Stabat dengan tema “Menumbuh embangkan jiwa kewirausahaan santri dengan produksi jilbab dan masker secara mandiri” Pengabdian kepada masyarakat tersebut di ketuai oleh Husni Thamrin, S.Sos, MSP dan Munzaimah Masril, S.I.Kom, M.I,Kom sebagai anggota. Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wujud dari Tridharma perguruan tinggi yaitu sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat khususnya untuk pemberdayaan pemuda dalam menumbuhkan semangat entrepreneurship dan semangat mencegah pencegahan Covid 19.

 

Kegiatan pemberdayaan pada Santri di Pesantren Ulumul Quran tersebut berupa diskusi tentang entrepreneurship sebagai upaya dalam menumbuhkan semangat usaha dan dilanjutkan dengan pelatihan menjahit yang dapat di jadikan sebagai usaha bersama. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu tanggal 3 Agustus 2021 dalam pelatihan tersebut dihadiri Pengelola Pesanten Ulumul Quran  Bapak M. Iqbal, S.Sos, Ibu Khadijah dan segenap guru/pegawai di Pesantren Ulumul Quran

Diskusi entrepreneurship dilaksanakan untuk menumbuhkan semangat usaha khususnya untuk para santri agar menjadi pemuda produktif yang dapat menghasilkan sebuah karya. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dasar menjahit yaitu dengan mempraktekkan teknik dasar menjahit. Dalam pelatihan tersebut Bapak Marjuli selaku instruktur menjelaskan dan mempraktekkan secara bertahap proses membuat masker kain yang diikuti oleh peserta pelatihan.

Kegiatan pelatihan di tutup dengan serah terima 4 unit mesin jahit yang akan digunakan sebagai alat untuk berlatih dan memproduksi jilbab dan masker kain. M. Iqbal, S.Sos selaku pengurus Pesantren mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa usaha bagi anak muda dan dapat dijadikan peluang usaha dikarenakan kebutuhan jilbab dan masker pada saat ini masih cukup tinggi.

 

Baca Berita Lainnya