Home Pendidikan Tim Dosen USU Berikan Pelatihan Peningkatan Nilai Komoditi Bawang Putih

Tim Dosen USU Berikan Pelatihan Peningkatan Nilai Komoditi Bawang Putih

by Redaksi

REKTOR USU, Dr. Muryanto Amin. (hm/ist)


HARIAN MEDAN (MEDAN)– HUMAS USU : Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para petani di Indonesia adalah pada saat panen raya, harga produk hasil pertanian akan turun. Kondisi tersebut tentu merugikan petani. Kondisi demikian juga dialami oleh para petani bawang putih di Desa Ria-Ria Kecamatan Polung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Untuk mengatasi masalah itu, salah satu solusinya adalah dengan memberikan pengetahuan kepada para petani untuk mengolah bawang putih menjadi suatu produk pangan, yang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan menjual bawang putih segar. Hal itulah yang dilakukan oleh para dosen dari Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU, yakni dengan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut pada 4 Desember 2021 lalu. Tema pengabdian masyarakat adalah meningkatkan nilai tambah komoditi bawang putih melalui pengolahan menjadi produk pangan, untuk memenuhi pasar dalam negeri dan ekspor, dalam upaya mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Tim dosen Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU diketuai oleh Dr Ir Hotnida Sinaga, MPhil, dan beranggotakan Mimi Nurminah, STP, M.Si, dan Era Yusraini, STP, MSi. Dr Hotnida Sinaga menyebutkan, kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan pengabdian dosen wajib mengabdi di lahan proyek nasional food estate Humbang Hasundutan, yang ditujukan bagi anggota kelompok tani. Pelatihan diarahkan kepada petani yang menanam bawang putih.
Dr Hotnida Sinaga M.Phil menyampaikan, pelatihan dilakukan dengan praktik langsung. Produk pangan yang dibuat antara lain adalah pembuatan pasta bawang putih, pembuatan bubuk bawang putih, hygiene dan sanitasi pengolahan produk , serta pengawasan mutu produk meliputi penjagaan mutu serta pengenalan pemasaran secara onine.
Tim pengabdian juga menghibahkan alat untuk melakukan pengolahan yaitu mesin pengering, mesin pengiris dan mesin penghancur/pembuat pasta, sehingga bisa digunakan oleh para petani yang ingin meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dengan cara mengolahnya menjadi produk pangan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan masyarakat mendapatkan ilmu tentang pengolahan pangan yang bermutu dan berharga lebih tinggi.

Baca Berita Lainnya