Home Loker Perekrutan BUMN Secara Terbuka Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 

Perekrutan BUMN Secara Terbuka Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 

by Redaksi

HARIAN MEDAN (Medan) : Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu melakukan Rekrutmen BUMN Transparan untuk 2.700 posisi di seluruh BUMN. 

Rekrutmen Bersama BUMN 2022 ini diselenggarakan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) membuka lebih dari 2.700 posisi. Namun karena antusiasme yang tinggi, Erick usul untuk memberikan tambahan lowongan untuk program magang, sehingga total ada sekitar 5.000 posisi.

Yang mengejutkan, total ada 250 ribu pelamar yang masuk dan saat ini masih proses.

Pengamat Politik dari Kampus UIN Sumut Rholand Muary, S.Sos, M.Si mengapresiasi kebijakan Menteri BUMN untuk merekrut anak bangsa mengisi posisi di BUMN dalam jumlah besar . 

Menurutnya ini semacam angin segar pasca melewati Pandemik Covid-19. Dimana selama pandemic banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya. Akibatnya pertumbuhan ekonomi sempat melambat.  

“Besar harapan perekrutan SDM unggul di BUMN ini sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat Pasca Pandemik,” Rholand, Jumat (10/6/2022). 

Kebijakan ini, tambah Rholand, pada dasarnya adalah kebijakan pemerintah. Kalau ini berhasil, proses perekrutannya transparan,  akuntabilitas akan juga berdampak positif kepada Pak Erick Thohir, terutama elektabilitasnya. Artinya Erick Thohir akan diingat sebagai orang yang kredibilitasnya tidak diragukan.

Dengan perekrutan terbuka seperti ini, kata Rholand, semua anak negeri yang memenuhi syarat punya kesempatan yang sama untuk menjadi pegawai BUMN. Ini tentu menjadi role model baru baru perekrutan BUMN di Indonesia.

“Kelebihannya tidak ada istilah orang dalam, titipan atau informasi rekrutment ditutup-tutupin.  Jadi terbuka kepada siapa saja anak bangsa sesuai dengan kualifikasinya. Dari pelosok negeri semua bisa mencoba dan yang lulus akan sesuai dengan hasil ujiannya,” ungkap alumni FISIP USU ini.

Ia berharap dalam setiap proses atau tahapan perekrutan yang dilakukan, jangan sampai ada misinformasi atau cacat prosedur. Sehingga kinerja penyelenggara dapat dikatakan profesional dan transparan.

“Dari hasil ujian, hingga pengumuman kelulusan, dan semua tahapan sebaiknya diumumkan secara terbuka juga. Jangan sampai terlalu lama juga, sehingga para peserta rekrutmen tidak berprasangka buruk terhadap pelaksanaan perekrutan ini,” tegasnya.(*)

Baca Berita Lainnya