Home DaerahDeliserdang Dosen UNIMED Laksanakan Program Kemitraan Masyarakat Bentuk Pangkalan Olahraga Tradisional Di Desa Wisata Pematang Johar

Dosen UNIMED Laksanakan Program Kemitraan Masyarakat Bentuk Pangkalan Olahraga Tradisional Di Desa Wisata Pematang Johar

by Redaksi

HARIAN MEDAN (DELI SERDANG) : Agustin Sastrawan Harahap, M.Pd. selaku ketua pelaksana beserta tim PKM lainnya, Dr. M.Irfan, M.Or. dan Khairul Usman, S.Si., M.Pd melaksanakan program kemitraan masyarakat Universitas Negeri Medan di wisata sawah desa pematang johar Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Senin, 09 Agustus 2022

Program kemitraan masyarakat melalui Pembentukan Pangkalan Olahraga Tradisional merupakan komitmen dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh Dosen di Universitas Negeri Medan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diwujudkan dalam berbagai cara diantaranya menggali, mendata, membumikan dan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Desa Pematang Johar.

“Kehadiran kami bertujuan memberikan penguatan kepada masyarakat khususnya remaja yang ada di Desa Pematang Johar untuk terlibat aktif dalam mengembangkan segala potensi yang ada didesa. Kami melihat ada banyak potensi parawisata yang bisa dikembangkan berbasis kearifan lokal salah satunya melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional. Oleh karenanya kehadiran kami hari ini ingin membentuk pangkalan olahraga tradisional diwisata sawah” ungkap agus dalam sambutaanya membuka kegiatan program kemitraan masyarakat.

Pembentukkan pangkalan olahraga tradisional ini disambut baik dan penuh antusias oleh Kepala Desa Pematang Johar Sudarman, S.Pd. yang baru saja diberikan anugerah sebagai Kepala Desa Terbaik di Provinsi Sumatera Utara. Turut hadir kepala – kepala dusun, serta para remaja yang nantinya akan dipersiapkan menjadi pengurus pangakalan olahraga tradisional.

Pembentukkan pangkalan ini juga sejalan dengan Program Unggulan Desa Pematang Johar yaitu setiap Dusun memiliki ciri khas tersendiri yang mana saat ini Desa Pematang Johar memiliki kekhasan Dusun mulai dari Dusun Batik, Dusun Ekobrik, Dusun Wisata dan nantinya akan ada Dusun Budaya yang akan memegang peran penting bagi pemajuan kebudayaan yang ada di desa. Kami akan mulai dari pangkalan Olahraga Tradisional ini. Ungkap sudarman

Hadirnya pangkalan olahraga tradisional menurutnya sangat penting sebagai wujud kepedulian sekaligus melestarikan kembali budaya bangsa yang hampir punah akibat dari pengaruh buruk tekhnologi. Oleh karenanya pemerintah Desa Pematang Johar sangat mendukung terbentuknya Pangkotrad di desanya.

Ketua pelaksana kemitraan Agustin menuturkan bahwa “penyelenggaraan program kemitraan masyarakat dengan pembentukkan olahraga tradisional di Desa Pematang Johar merupakan pelengkap dari capaian prestasi Desa sebagai Desa terbaik di Sumatera Utara untuk menjadi teladan dan contoh bagi Desa-desa lainnya untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Indonesia”.

Agustin juga menuturkan bahwa “setiap permainan olahraga tradisional memiliki berbagai makna dan filosofi yang berkaitan dengan kehidupan diantaranya adalah eggrang dengan model permainan yang dilakukan menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus terbiasa melihat kebawah dan melakukan keputusan yang imbang atau adil dalam mengayomi sesuatu yang dipimpin”.

Kegiatan Pembentukkan pangkalan ini meliputi beberapa agenda yaitu (1) Tahap persiapan yang meliputi Sosialisasi kepada Kepala Desa dan stakeholder; (2) Tahap pelaksanaan yaitu Kegiatan Bimtek dengan materi tentang Pembentukkan Organisasi Pangkalan Olahraga Tradisional dan Pengembangannya.; (3) Tahap pendampingan yakni Pengelolaan pangkalan olahraga tradisional, program kerja, dan pelaksanaan program pengkalan olahraga tradisional ; (4) Tahap evaluasi yaitu terkait kemajuan dan efektivitas Pengkalan Olahraga Tradisional, yang mana proses pembentukkannya sudah dimulai sejak Juni 2022 hingga Agustus 2022.

Masyarakat Desa Pematang Johar juga menyambut baik terhadap pembentukkan Pangkalan Olahraga Tradisional yang dilihat dari antusiasnya dalam memperagakan olahraga tradisional yang disajikan oleh tim penyelenggaran seperti mempraktekkan eggrang, terompa, tali karet, congklak, 5 batu (serimbang) , dan kelereng.

Antusias yang terlihat menjadi bukti wujud nyata masyarakat Desa Pematang Johar masih sangat perduli terhadap pelestarian budaya bangsa yang harus terus dijaga kelestariannya. Oleh karenanya Pembentukkan Pangkalan Olahraga Tradisional menjadi sesuatu yang penting hadir sehingga diharapkan dapat menjadi basis pertahanan dan pusat pelestarian budaya Indonesia khususnya Permainan Olahraga Tradisional.

Diakhir pertemuan Agustin kemudian menyampaikan komitmennya untuk selalu bersedia dalam memberikan penguatan-penguatan untuk tetap terjaganya aktivitas di Pangkalan Olahraga Tradisional Desa Pematang Johar. Lestari Budayaku, Bugar Bangsaku. (MZZ)

Baca Berita Lainnya